BPIP dan BNPP Tangkal Radikalisme di Wilayah Perbatasan dengan Pancasila
"Kalau dalam istilah agama mereka suka menyebut bid'ah namanya," ujarnya.
Fahrurozi pun mendorong para camat di wilayah perbatasan untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila kepada masyarakatnya karena kawasan di perbatasan sangat rentan tersusupi ideologi dan budaya asing yang datang dari luar. Hal inilah yang menurut Fahrurozi berpotensi menggerogoti nilai-nilai Pancasila di masyarakat.
Program penguatan karakter masyarakat perbatasan yang diinisiasi BNPP dalam rapat koordinasi kali ini merupakan bagian solusi mengatasi persoalan tersebut. Pasalnya, mengarusutamakan Pancasila bukan hal mudah. Perlu kerja sama dan koordinasi yang terstruktur agar masyarakat di perbatasan dapat sepenuhnya menyadari nilai-nilai Pancasila.
Fahrurozi mengapresiasi upaya yang dilakukan BNPP dengan menggandeng Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan instansi lain untuk menangani beragam persoalan yang mendera wilayah perbatasan.
"Ini merupakan kehormatan bagi BPIP untuk bisa menyosialisasikan secara konkret. Harapannya kerja sama yang dilakukan BPIP dengan BNPP ini bisa diimplementasikan," kata Fahrurozi.
Dia berpandangan, sosialisasi Pancasila yang dilakukan BPIP banyak melibatkan pihak, utamanya para pemangku kebijakan, dengan cara mengintegrasikan program yang dimiliki. Di instansi perguruan tinggi, misalnya, kebijakan kampus yang mendorong penguatan ideologi akan dikombinasikan dengan materi tentang Pancasila yang dirumuskan oleh BPIP.
Dengan cara seperti itu, upaya mengarusutamakan nilai-nilai Pancasila akan lebih terstruktur. Siar Pancasila membutuhkan dukungan dan upaya semua pihak agar mudah terealisasikan.
"Sejatinya tugas pengarusutamaan Pancasila bukan semata mata di emban BPIP, namun perlu sinergi semua pihak termasuk antar sesama masyarakat" kata Fahrurozi.
Editor: Zen Teguh