BMKG Jelaskan Penyebab Gempa Bumi M5,7 dan 2 Gempa Susulan di Kepulauan Talaud
JAKARTA, iNews.id - Wilayah Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), diguncang gempa bumi tektonik dengan kekuatan Magnitudo M5,6, Sabtu (30/5/2020), pukul 20.06.25 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter yang dimutakhirkan menjadi M5,6.
Hingga pukul 20.45 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan ada dua kali aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Adapun magnitudo terbesarnya, M3,8.
Episenter gempa bumi M5,6 terletak pada koordinat 4,06 Lintang Utara (LU) dan 126,64 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut. Gempa bumi tepatnya berjarak 7 kilometer (km) dari arah Selatan Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, pada kedalaman 70 km.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis menengah. Gempa bumi terjadi akibat aktivitas subduksi pada Lempeng Laut Maluku bagian utara.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault," kata Rahmat Triyono dalam siaran persnya, Sabtu malam.