Beato Juan Alonso Akan Diabadikan Jadi Nama Gereja di Keuskupan Manado
Uskup Rolly mengatakan seorang beato atau martir sedemikian besar dalam gereja Katolik, untuk itu beatifikasi ini hendaknya mendorong imam tarekat Hati Kudus Yesus (MSC) dan dalam kesatuan dengan para imam lainnya serta umat seluruhnya, untuk mensyukuri, merasakan, melihat dan mengambil bagian dari proses Beato Juan Alonso dan menjadikannya sebagai inspirasi ke depan.
"Wujud nyata dari syukur itu, kita tetap menjalin relasi batin dengan beato ini di dalam doa, karena kita yakin dia jadi pendoa dan pelindung kita semua," kata dia.
Uskup Emeritus Yosef Suwatan MSC mengatakan ketika tahbisannya sebagai uskup pada 29 Juni 1990, Pastor Juan Alonso datang menghadiri.
"Satu dua tahun kemudian Beato Juan Alonso datang kembali ke Manado merayakan HUT 50 tahun imamat dengan umat di Paroki Kembes. Merayakan imamat 50 tahun dengan umat Katolik di Kembes," kata Uskup Suwatan.
Pastor Johanis Mangkey MSC menceritakan sejarah Beato Juan Alonso, satu di antara 10 martir yang dibeatifikasi di Guatemala pada 23 April 2021 oleh Wakil Paus Fransiskus, Kardinal Alvaro Leonel Ramazzini.
Ke 10 martir yang dibunuh karena keyakinan mereka di Guatemala antara tahun 1980 hingga 1991, kemudian oleh Paus Fransiskus dijadikan beato (orang kudus) terdiri atas tiga orang anggota misionaris MSC, yakni Pastor Juan Alonso Fernandez MSC, Pastor Jose Maria Gran Cirera MSC, Pastor Faustino Villanueva MSC dan tujuh awam, yakni Rosalio Benito, Reyes Us, Domingo de Barrio, Nicolas Castro, Tomas Ramirez, Miquel Tiu, dan Juan Barrera Mendez yang berusia 10 tahun.
Pastor Juan Alonso Fernandez yang selama hidupnya dikenal karena kekuatan fisiknya tersebut, meninggal saat diberondong peluru di suatu perbukitan dalam perjalanan pastoralnya pada 15 Februari 1981
Editor: Cahya Sumirat