Bataha Santiago Dikukuhkan, Ini Daftar Lengkap 11 Pahlawan Nasional asal Sulawesi Utara
1. Dr Gerungan Saul Samuel Jacob (GSSJ) 'Sam' Ratulangi (SK 890 tahun 1961)
2. Arie F Lasut (SK 012/TK tahun 1961)
3. Maria Walanda Maramis (SK 012/TK tahun 1961)
4. Piere Tendean (SK Nomor III/koti/tahun 1965)
5. Robert Wolter Mongisidi (SK Nomor 88/TK tahun 1973)
6. Jahja Daniel Dharma (John Lie) (SK Nomor 085/TK/tahun 2009)
7. Lambertus Nicodemus Palar (SK Nomor 68/TK tahun 2013)
8. Bernard Wilhelm Lapian (SK Nomor 116/TK/tahun 2015)
9. AA Maramis (SK Nomor 120/TK/tahun 2019)
10. Arnold Mononutu (2020)
11. Bataha Santiago (2023) Keppres Nomor 115/TK/Tahun 2023
Bataha Santiago merupakan raja ketiga Kerajaan Manganitu yang memiliki nama lengkap Don Jugov (Jogolov) Sint Santiago (Bataha berarti sakti). Dia lahir di Desa Bowongtiwo-Kauhis, Manganitu, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pada tahun 1622.
Bataha Santiago menjadi raja sejak 1670 hingga 1675 atau selama 5 tahun. Sosoknya menjadi satu-satunya raja di Kepulauan Sangihe yang berpendirian keras menolak menandatangani perjanjian dagang dengan VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) Belanda.
VOC mencoba beberapa kali memaksa Santiago untuk menandatangani kontrak panjang (lange Contract) yang ditolaknya dengan pengumuman perang terhadap VOC. Kontrak tersebut berisi instruksi untuk menghilangkan tanaman cengkih dan benda-benda yang dianggap kafir oleh VOC.
Sultan Kaitjil Sibori, anak Sultan Mandarsyah dimanfaatkan VOC untuk membujuk Santiago agar menandatangani kontrak, namun dia tetap menolak.
Akhirnya, VOC mengirim Sultan Kaitjil Sibori ke Sangihe untuk mempersunting Maimuna, putri Raja VI Tabukan dengan harapan bisa masuk ke Sangihe. Pasukan VOC dan pasukan Kerajaan Manganitu yang dipimpin Santiago terlibat pertempuran di laut selama beberapa hari.