Balai Sungai Kaji Ulang Penempatan Pengaman Pantai di Lokasi Abrasi Pesisir Amurang
Karena itu, menurut Komang, pihaknya akan melakukan kajian ulang untuk mendapatkan keputusan, karena saat ini abrasi sudah masuk ke dalam dari garis pantai sebelumnya.
"Masuknya abrasi sudah sekitar 10-20 meter dari garis pantai sebelumnya saat bencana abrasi terjadi. Abrasi masih terus terjadi dan mengikis lokasi bencana sebelumnya," katanya.
Pengamanan permanen di lokasi abrasi akan menempatkan bolder (pemecah/penahan ombak) sehingga ketika terjadi abrasi bisa tertahan di bolder tersebut.
"Itu yang dikehendaki masyarakat, kami kami masih mempertimbangkan. Apalagi di sekitar lokasi bencana abrasi informasinya ada palung, takutnya amblas lagi," ujarnya.
Pada tengah Juni tahun 2022, abrasi menerjang pesisir pantai Kelurahan Uwuran Satu dan Bitung, Kecamatan Amurang.
Puluhan rumah hancur, abrasi pantai yang kemudian disimpulkan sebagai bencana geologi tersebut, juga menghancurkan lokasi wisata, jalan, jembatan serta fasilitas lainnya.
Warga yang diungsikan karena rumahnya hancur, saat ini menempati hunian sementara yang dibangun pemerintah daerah sambil menunggu diselesaikannya hunian tetap.
Editor: Cahya Sumirat