Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kronologi 3 Remaja Tenggelam di Curug Rambukasang Brebes, 1 Ditemukan Tewas
Advertisement . Scroll to see content

10 Mayat Ditemukan di Perairan Malaysia, Kapal Angkut Puluhan WNI Tenggelam Lagi

Selasa, 28 Desember 2021 - 17:31:00 WIB
10 Mayat Ditemukan di Perairan Malaysia, Kapal Angkut Puluhan WNI Tenggelam Lagi
Kapal angkut pekerja migran Indonesia kembali tenggelam di perairan Malaysia pada 25 Desember lalu, 10 jenazah ditemukan (Foto: The Star)
Advertisement . Scroll to see content

Mendapat laporan tersebut, Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Selangor  pada 27 Desember menghubungi atase Polri dan Tim PPT KBRI Kuala Lumpur untuk segera menindaklanjuti dan berkoordinasi.

"Setelah kejadian dimaksud pihak APMM Selangor juga melakukan patroli di sekitar tempat kejadian dan menemukan satu mayat terapung yang diduga salah satu korban WNI kapal tenggelam. Saat ini mayat korban diserahkan kepada Balai Polisi Sekinchan IPD Kuala Selangor untuk dilakukan visum et repertum," kata Hermono.

Hingga saat ini, APMM terus melakukan pencarian korban laia dan akan menginfokan KBRI jika ada korban lain yang ditemukan.

"Atase polisi KBRI Kuala Lumpur terus melakukan koordinasi dengan Mabes Polri, Polda Sumut, dan Satuan Lanal Tanjung Balai guna mengungkap kronologis dan pelaku penyelundupan PMI ke Malaysia," ujarnya.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan jalur ilegal karena berisiko kecelakaan.

Selama Desember terjadi dua musibah kapal pembawa PMI ilegal yang menelan korban jiwa setidaknya 30 orang. Kejadian sebelumnya menewaskan 21 WNI.

Hermono menegaskan, pemerintah Malaysia saat ini gencar melakukan operasi pekerja asing ilegal dan akan memberi hukuman berat bagi yang tertangkap.

Editor: Cahya Sumirat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut