Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi
Advertisement . Scroll to see content

Walhi Sebut Sulsel Sudah Tiga Kali Dilanda Cuaca Ekstrem Sejak Akhir Tahun 2021

Rabu, 23 Februari 2022 - 10:23:00 WIB
Walhi Sebut Sulsel Sudah Tiga Kali Dilanda Cuaca Ekstrem Sejak Akhir Tahun 2021
Banjir merendam delapan kecamatan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan hingga 1,5 meter. Masyarakat pun menggunakan perahu untuk beraktivitas. (Foto: Hasil tangkapan layar)
Advertisement . Scroll to see content

Dia mengatakan, kerusakan lapisan ozon itu memicu suhu bumi menjadi tinggi, sehingga menimbulkan cuaca yang susah diprediksi (unpredictible), bahkan mengarah ke kondisi yang semakin ekstrem.

Berdasarkan catatan Walhi tutupan hutan di Sulsel tersisa 32 persen atau sekitar 1.479.181,01 hektare. Sementara, 68 persen atau 3.180.562,41 hektare masuk ke dalam kategori tutupan nonhutan.

Dengan demikian, jika Sulsel kembali kehilangan 2 persen saja dari tutupan hutannya, maka provinsi ini akan kolaps. Pasalnya dalam Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang disebutkan minimal tutupan hutan 30 persen.

Selain itu, tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) yang menjadi tangkapan air terbesar di Sulsel juga dalam kondisi kritis. Ketiga DAS itu yakni Walanae, Saddang dan Jeneberang.

Al Amin mengatakan jika Plt Gubernur tidak memulihkan lingkungan maka kerusakan lingkungan akan terus terjadi. Hal ini membawa masyarakat Sulsel ke lubang bencana yang lebih besar di masa yang akan datang.

Editor: Dita Angga Rusiana

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut