"Tadi pagi (Rabu) kejadiannya. Memang ada awan tsunami di Selayar," kata Faqih saat dikonfirmasi, Rabu malam.
BACA JUGA: Hadapi Cuaca Ekstrem, Personel Penanganan Bencana Siaga di Posko Terpadu Jeneponto
Sementara itu, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar, Rizki mengatakan, fenomena awan tsunami biasa terjadi saat musim hujan.
"Biasa disebut fenomena awan kumulonimbus memang biasa terjadi saat memasuki musim hujan. Itu yang menyebabkan berpotensi hujan sedang sampai lebat," kata Rizki.
Lebih lanjut Rizki mengatakan fenomena awan kumulonimbus biasanya cenderung disertai dengan angin kencang di atas 25 kilometer per jam. Karena itu warga harus selalu waspada dengan kemunculan awan tersebut, karena akan terjadi hujan disertai angin kencang.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal