Update Banjir Bandang Luwu Utara: 30 Korban Meninggal, 15 Orang Masih Hilang
Mustari menambahkan, kendala yang dihadapi di lapangan adalah terhambat akses menuju lokasi karena masih berlumpur dan cukup tebal, bahkan banyak pohon yang tumbang, sehingga sedikit menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi secara manual.
Tim relawan potensi SAR diturunkan sekitar 500 orang untuk membantu proses pencarian korban yang tertimbun lumpur akibat bencana banjir bandang.
Bencana banjir bandang terjadi pada Senin, 13 Juli 2020, sekitar pukul 21.00 WITA. Dampak bencana teridentifikasi di enam kecamatan, yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat.
Berdasarkan laporan BPBD setempat, pascabanjir sebanyak 156 Kepala Keluarga (KK) atau 655 jiwa mengungsi dan 4.202 KK atau 15.994 jiwa terdampak.
Sedangkan kerugian material tercatat 4.930 unit rumah terendam, 10 unit rumah hanyut, 213 unit rumah tertimbun pasir bercampur lumpur, satu Kantor Koramil 1403-11 terendam air dan lumpur ketinggian satu meter, jembatan antardesa terputus dan jalan lintas provinsi tertimbun lumpur setinggi satu hingga empat meter.
BPBD Kabupaten Luwu Utara dan instansi terkait telah melakukan upaya penanganan darurat, seperti evakuasi dan pencarian korban, kaji cepat kebutuhan, penanganan penyintas dan operasional pos komando.
Selain itu, empat unit eskavator dikerahkan untuk membersihkan lumpur di Kecamatan Masamba dan enam unit di Kecamatan Baebunta karena tertimbun lumpur. Saat ini PLN juga masih melakukan perbaikan jaringan listrik yang sempat terputus.
Editor: Kastolani Marzuki