Upaya Pencegahan Stunting, Kemkominfo Mengajak Remaja Penuhi Gizi dan Peduli ASI Sejak Dini
Dokter Spesialis Gizi Dian Permatasari menyatakan, kebutuhan nutrisi seseorang bersifat berkelanjutan. Gizi yang baik harus dimulai dari sebelum ibu mengalami kehamilan dilanjutkan dengan 1000 HPK dengan memberikan ASI. Selanjutnya gizi juga perlu diperhatikan pada masa remaja, yaitu usia 10-18 tahun.
“Remaja juga punya aktivitas cukup tinggi, jadi membutuhkan nutrisi yang tinggi juga. Selain itu, berbagai perubahan yang terjadi pada remaja seperti perubahan fisiologis dan psikologis mempengaruhi pola makan dan gizi remaja. Oleh karena itu, apabila tidak disadari dari sekarang, hal ini akan berakibat tidak baik nantinya,” katanya.
Dani menjelaskan, gizi yang baik untuk remaja putri sangat penting untuk mempersiapkan mereka yang kelak akan menjadi ibu agar bisa memberikan ASI pada buah hatinya. “ASI adalah nutrisi terbaik untuk anak manusia, apalagi di awal kehidupannya. Untuk remaja yang bercita-cita ingin mempunyai keturunan yang cerdas, maka kita harus mempersiapkan diri agar bisa memberi ASI,” ucapnya.
Menurutnya, kondisi tubuh yang sehat dengan gizi yang cukup adalah fungsi dasar seorang perempuan agar bisa menyusui. ASI sangat penting diberikan kepada bayi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah stunting, dan mendorong pertumbuhan dan perkembangan bayi sesuai dengan usianya.
"ASI eksklusif sangat penting diberikan pada bayi dari usia 0-6 bulan. Selain ASI, pada usia enam bulan hingga dua tahun bayi pun sudah harus diberikan makanan pendamping ASI atau MPASI," ujarnya.