Tablig Akbar di Kabupaten Luwu Utara, TGB Sampaikan Beratnya Orang yang Tak Bayar Utang
Itulah kenapa, sambung TGB, saat seseorang meninggal di pemakaman ada yang meminta diikhlaskan atau mempersilahkan untuk mendatangi keluarganya untuk membereskan. Supaya urusan hutang terselesaikan.
“Hubungan dengan manusia beda dengan Allah. Hubungan dengan Allah akan diampuni begitu berdoa memohon ampun. Kalau hubungan dengan manusia tak sekadar minta kepada Allah, harus selesai urusan dengan manusia yang lain,” tegasnya.
Selain hutang, mantan Gubernur NTB dua periode ini mengingatkan untuk tak menyakiti orang. Tindakan itu bagian dari amal saleh. Menyakiti orang tak butuh modal.
“Jangan terpancing dari grup WA yang isinya saling mengumpat. Video hoax disebarkan diviralkan, ucapan dipotong akhirnya kita salah paham. Bilang tak baik hanya karena video,” bebernya.
Disebutkan, ada kisah orang yang datang dengan membawa pahala zikir, sedekah, dan ibadah tapi merugi karena lidahnya mengumpat dan menghina orang lain.
“Maka yang (diumpat) itu meminta keadilan di hadapan Allah,” tegasnya.
Tabligh akbar yang digelar di Kabupaten Luwu Timur ini dihadiri jajaran Pemkab Luwu Timur dan masyarakat setempat. Sekda Kabupaten Luwu Utara Armyadi pada kesmepatan tersebut mengucapkan kesyukuran kehadiran TGB yang merupakan tokoh nasional dan doktor ahli tafsir Alquran.(*)
Editor: Febrian Putra