Puluhan Pengungsi Palu Tiba di Palopo dalam Kondisi Kelaparan dan Haus
“Kami naik dulu di atap mobil, setelah air tenang, baru jalan di atap-atap rumah. Saya cuma berdua dengan anak karena sedang ada acara di pantai. Keluarga yang lain di rumah dan sudah lebih dulu menyelamatkan diri ke lapangan,” kata Gebi.
Para pengungsi ini keluar dari Kota Palu setelah menempuh perjalanan darat selama 24 jam dengan keadaan serba terbatas. Pengungsi dibantu tim kemanusiaan yang menjangkau penguposko sementara mereka. Tim juga memfasilitasi pengungsi kendaraan serta bahan bakar yang dibawa dari Sulsel.
“Harga bahan bakar di Sulteng saat ini sudah mencapai Rp100.000 hingga Rp160.000 per liter. Kami akan melanjutkan perjalanan bersama para pengungsi ke Tanah Toraja,” kata Ketua Tim Para Pengungsi Palu Marselinus.
Editor: Maria Christina