Profil Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Penghubung Indonesia Barat dan Timur
Kehadiran Terminal Selatan ini juga diiringi dengan perubahan penomoran gate. Jika sebelumnya gate 1-6 ada di Terminal Utara, kini gate 1-6 terletak di Terminal Selatan. Sementara, gate 7-12 berada di Terminal Utara. Terminal Utara ini merupakan terminal yang dibuka pada 2008, menggantikan terminal lama.
Diketahui, sebelum dinamakan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, bandara ini telah beberapa kali mengalami perubahan nama. Bermula dari Lapangan Terbang Kadieng yang dibangun pada 1935 oleh pemerintah Hindia Belanda.
Di masa penjajahan Jepang pada 1942, namanya berubah menjadi Lapangan Terbang Mandai seiring dengan perubahan landasan pacu dari rumput menjadi aspal.
Ketika bandara berada di tangan pemerintah Indonesia sejak 1950, namanya berubah menjadi Pelabuhan Udara Mandai. Pada 1980, bandara ini bernama Bandar Udara Sultan Hasanuddin dan selanjutnya menjadi Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 61/1994 pada tahun 1994.
Bandara yang namanya diambil dari nama pahlawan asal Makassar tersebut memiliki dua landasan pacu, masing-masing berukuran 3.100 m x 45 m dan 2.500 m x 45 m. Dioperasikan PT Angkasa Pura I, Bandar Udara Sultan Hasanuddin menyandang kode UPG berdasarkan pengkodean bandara oleh IATA (Internasional Air Transport Association).