Perwira Polda Papua Meninggal di Makassar, Sempat Kejang saat Berada di Panti Pijat
Dia menceritakan, EP mulanya menunggu di lobi panti pijat, namun tiba-tiba dalam posisi masih duduk dia mengalami kejang-kejang dan mulut mengeluarkan busa. Beberapa karyawan di sana lalu mengevakuasi ke RS Daya.
"Namun saat sampai di rumah sakit, nyawanya tidak tertolong. Belum sempat dipijat masih menunggu di lobi," kata perwira menengah Polri pangkat satu melati tersebut.
Rujiyanto mengatakan, dalam peristiwa tersebut pihaknya tengah memeriksa karyawan panti pijat berinisial S (34). Lelaki itu katanya mengaku sempat mendengar keluhan dari EP.
"Dia datang seorang diri. Sempat merasakan pusing, tiba-tiba matanya melotot, tubuhnya kejang-kejang dan keluar busa dari mulut sehingga saksi meminta karyawan lain untuk mengantar korban ke rumah sakit," ucapnya.
Hasil interogasi terhadap keluarga korban, EP sudah sejak dua tahun terakhir berada di Kota Makassar dalam rangka pengobatan.