Pengukuran Lahan di Makassar Berujung Ricuh, Warga Bentrok dengan Polisi
MAKASSAR, iNews.id – Proses pengukuran atau konstatering lahan seluas 30 hektare milik PT Aditarina di kawasan Ujung Bori, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berujung ricuh. Warga yang mengira petugas akan mengeksekusi rumah menolak kegiatan tersebut hingga bentrok dengan polisi.
Kericuhan terjadi saat petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) bersama polisi melaksanakan pengukuran dan pencocokan objek lahan. Sejumlah warga mengadang petugas karena menduga kegiatan tersebut merupakan awal pengosongan rumah mereka.
Situasi kemudian memanas. Massa melempari petugas dengan batu, petasan dan molotov. Sejumlah orang juga melepaskan anak panah busur ke arah polisi.
Untuk membubarkan massa, polisi menembakkan gas air mata dan mengerahkan mobil water cannon. Bentrokan mengakibatkan sejumlah polisi terluka akibat terkena lemparan batu.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana mengatakan bahwa perlawanan warga terjadi ketika petugas sedang melaksanakan konstatering atau pengukuran lahan.