"Yang tiga itu sudah tayang di LPSE, kalau dekoloder nanti baru ditender," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PSDA dan Drainase Dinas PU Kota Makassar Fuad Azis menilai, pengadaan alat berat ini merupakan salah satu upaya untuk peningkatan kinerja saluran drainase mengingat ada jutaan kubik sedimen yang harus diatasi.
"Jadi alat ini bisa membantu pengerukan saluran sedimentasi yang tidak bisa dilakukan oleh tenaga manusia," ujarnya.
Fuad mengungkapkan, selama ini pengerukan sedimentasi untuk saluran tersier biasanya dilakukan tenaga manusia. Sementara saluran sekunder dan primer yang ukurannya cukup besar harus dibersihkan dengan menggunakan alat berat.
"Alat yang diadakan ini memang untuk pengerukan sedimen di saluran sekunder dan primer. Ini juga membantu teman-teman di balai. Jadi percepatan saluran itu bisa cepat," katanya.
Menurutnya, saat ini bidangnya belum memiliki ekskavator jenis spider, baik yang berukuran mini maupun besar. Adanya alat ini diharapkan dapat membantu untuk mengeruk jutaan kubik sedimen yang tidak bisa dituntaskan tenaga manusia.
"Kalau jenis spider itu baru tahun ini, tapi kalau amphibi itu sudah alat yang keempat diserahkan ke kami," ujar Fuad.
Editor: Donald Karouw