Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : IRT Tewas dalam Rumah di Takalar, Emas 33 Gram Hilang Diduga Dirampok
Advertisement . Scroll to see content

Pemakaman Umum di Takalar Rusak Terkena Abrasi, Kain Kafan Terlihat Warga

Rabu, 15 Januari 2020 - 10:45:00 WIB
Pemakaman Umum di Takalar Rusak Terkena Abrasi, Kain Kafan Terlihat Warga
Warga di pesisir pantai membuat tanggul untuk menahan gelombang ombak dan meminimalisasi abrasi. (Foto: Dok iNews).
Advertisement . Scroll to see content

Menurut dia, abrasi ditambah dengan cuaca ekstrem akan semakin mengancam ratusan keluarga di wilayah desanya. Mereka berpotensi kehilangan tempat tinggal karena dataran tanah terkikis abrasi.

Karena itulah warga berupaya membangun penahan seadanya. Tanggul berfungsi dan dijadikan sebagai pembatas dengan harapan, mampu meminimalisasi dampak abrasi, karena hempasan ombak gelombang laut yang semakin masuk ke permukiman.

BACA JUGA: Akibat Gelombang Tinggi, Kawasan Wisata Tope Jawa di Takalar Sepi Pengunjung

"Sepekan terakhir ini, abrasi sudah mencapai lima meter dari bibir pantai. Jika terus menerus tergerus, dampak abrasi itu dipastikan akan masuk sepenuhnya ke kawasan pemukiman warga," ujarnya.

Kondisi ini disebutkan Kaswandi bahkan telah berlangsung selama kurun waktu dua tahun terakhir. Tepatnya sejak 2018 lalu dan kian memprihatinkan. Sebab, warga mulai mengalami kerugian materiil.

"Kerugian materiil akibat dampak dari abrasi di kawasan pesisir Desa Sampulungan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah," kata Kaswandi.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut