Mengenal Tradisi Iwwadh, Lebaran Warga Keturunan Arab di Palu
"Tradisi ini tidak memberatkan tuan rumah, apa pun mereka sajikan, intinya silaturahmi," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, warga keturunan Arab dan masyarakat setempat berkumpul di masjid tua yang berada di Jalan Sis Aljufri, Kelurahan Siranindi kemudian dilanjutkan menuju Masjid Alkhairaat dan mendengarkan tausyiah tokoh Alkhairaat.
Adapun, Tradisi Iwwadh kali ini diamanahkan kepada Habib Ali bin Muhamad Aljufri selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tengah.
Salah seorang warga lainnya, Habib Hasan Alhabsyi mengatakan, tradisi Iwwadh bertujuan untuk mencari keberkahan setelah sebulan berpuasa.
"Setelah sebulan penuh berpuasa, mengunjungi rumah-rumah yang ada mencari keberkahan dan membaca qasidah-qasidah doa dan berharap bertemu dengan Ramadhan-Ramadhan berikutnya," katanya.
Diketahui, Iwwadh berasal dari bahasa Arab yaitu ada-yaudu-audan berarti kembali dan diharapkan kembali suci. Selain bermaksud memfitrahkan diri dengan cara saling bermaafan, Iwwadh juga menjadi media silaturahmi bagi jamaah yang selama ini tidak pernah bertemu.
"Kegiatan ini bukan hanya untuk keturunan Arab, namun seluruh masyarakat di Sis Aljufri dan Abnauulkhairaat pada umumnya mengikuti tradisi ini," katanya.
Editor: Donald Karouw