Mengenal Mattompang Arajang, Ritual Sakral Sucikan Benda Pusaka Kerajaan Bone
Menurutnya, di usia 694 tahun, Bone dalam perjalanan dan manusia yang membentuk nilai peradaban. Dia menyampaikan, kehebatan dan peran diaspora dari Bone di berbagai belahan dunia.
"Di mana pun kita merantau, selalu kita membawa identitas kita," katanya.
Ulang tahun ini dinilai sekaligus menjadi momentum kita mengembalikan marwah dan meneguhkan kembali jiwa-jiwa orang Bone yang kuat dan berjiwa petarung.
"Di usia ke-694 Bone ini, mengingatkan agar berkarakter Bone sejatinya menjadi pemimpin di mana pun, memegang teguh kepribadian, bukan hanya di bibir, tetapi mencontohkan dan menjadi teladan di kehidupan sehari-hari," ucapnya.
Pada kesempatan itu, di depan tamu yang berasal dari kerajaan se-Nusantara serta negara sahabat, dia menyampaikan, pesan-pesan dalam Pappaseng.
"Narekko meneloriwi atinna padammu rupatau abbereang toi atimmu, yang berarti, kalau engkau mengharapkan hati orang lain, berikanlah juga hatimu. Wejangan ini mengajarkan agar kita selalu berbuat baik dan ikhlas terhadap sesama manusia," ucapnya.
Editor: Kurnia Illahi