PAREPARE, iNews.id – Kota Parepare di Sulawesi Selatan (Sulsel), tidak bisa dilepaskan dari sosok Presiden ke-3 Republik Indonesia (RI), Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie. Di kota ini lah, Habibie dilahirkan pada 83 tahun silam, tepatnya 25 Juni 1936.
Anak keempat dari delapan bersaudara itu tinggal di sebuah rumah dinas yang asri, tepatnya di Jalan Alwi Abdul Jalil Habibie, Kecamatan Ujung, Kota Parepare. Rumah berwana oranye ini menjadi saksi bisu lahirnya salah satu putra terbaik Indonesia.
Napak Tilas Hubungan BJ Habibie dengan Jerman dan Dunia Penerbangan
Bersama orang tuanya, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan Tuti Marini Puspowardojo, BJ Habibie menjalani masa kecilnya di rumah ini. Di rumah ini pula ide besarnya muncul untuk menciptakan pesawat terbang, saat BJ Habibie kecil berlari keluar untuk mengejar pesawat yang melintas di atas rumahnya.
Setelah beberapa tahun tinggal di rumah di Kota Parepare itu karena orang tuanya berdinas di sana, BJ Habibie bersama keluarganya meninggalkan rumah tersebut. Mereka pindah ke Surabaya.
BJ Habibie Wafat, Begini Ungkapan Hati Sang Putra Thareq Kemal
Namun, hingga kini masih ada beberapa perabotan rumah keluarga BJ Habibie yang masih digunakan di rumah itu. Salah satunya ranjang besi, yang disebut menjadi tempat tidur BJ Habibie semasa kecil. Selain rumah itu, keluarga BJ Habibie juga memiliki rumah pribadi di Jalan Bau Massepe, Parepare.