Ayah korban lalu menghubungi warga sekitar dan pihak kepolisian. Tidak lama kemudian polisi datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Korban diduga tewas saat melahirkan di rumah tersebut tanpa ada yang mengetahui.
Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerag (RSUD) Tenriawaru Bone untuk divisum. Sementara bayi laki-laki tersebut langsung diperiksa petugas medis dan ternyata kondisinya sehat. Keluarga kemudian membawa sang bayi pulang.
Humas RSUD Tenriawaru Bone Ramli Syam mengatakan, petugas medis tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Korban dipastikan tewas karena kehabisan darah akibat pendarahan saat melahirkan.
“Korban melahirkan dan diperkirakan meninggal beberapa jam sebelum ditemukan, jadi sudah seharian. Sebab, darah di sekitar korban sudah mulai mengering saat jenazahnya ditemukan,” kata Ramli, Senin (18/11/2019).
Ramli menambahkan, kondisi bayi laki-laki dengan berat 3,7 kilogram (kg) dengan panjang 53 sentimeter (cm) tersebut dalam keadaan sehat. Bayi tersebut telah diambil oleh pihak keluarga korban.
“Bayinya diambil oleh keluarga sekitar jam 02.00 dini hari tadi. Memang ada luka lebam di tubuhnya, diduga sempat tertindih,” kata Ramli.
Usai divisum, korban langsung diambil oleh pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Desa Waji, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone.
Editor: Maria Christina