Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Rusak 12 Rumah dan Gereja, 5 Tewas 19 Luka
Advertisement . Scroll to see content

Mabes Polri Dalami Kasus Ledakan Bom, Kapolsek Enggan Berkomentar

Selasa, 02 Januari 2018 - 12:54:00 WIB
Mabes Polri Dalami Kasus Ledakan Bom, Kapolsek Enggan Berkomentar
Anggota Polsek Bontoala siap untuk melayani masyarakat pascaledakan bom di halaman kantornya. (Foto: iNews/M Arham Hamid)
Advertisement . Scroll to see content

MAKASSAR, iNews.id – Aktivitas pelayanan di Kantor Mapolsek Bontoala pascapelemparan pelemparan bom rakitan, sudah kembali normal. Pelayanan ke masyarakat kembali dibuka dan garis polisi yang dipasang di halaman polsek telah dilepas.

Kondisi kesehatan kedua korban ledakan bom rakitan itu juga sudah membaik. Bahkan, Kapolsek Bontoala, Kompol Rafiuddin, yang turut menjadi korban sudah kembali masuk kerja. Namun yang bersangkutan masih enggan memberikan komentar terkait luka yang dialaminya dalam peristiwa tersebut. Sedangkan korban lain, Brigadir Yudirsan, saat ini masih dirawat di rumah sakit (RS) Bhayangkara.

Meski aktivitas rutin sudah berjalan, hingga saat ini, polisi masih terus menyelidiki kasus pelemparan bom pada pergantian tahun, Senin, 1 Januari 2018, sekitar pukul 03.30 Wita, itu. “Kami akan ekspos (pelaku) jika sudah mendapatkan data-data. Saya tidak mengatakan pengejaran, tapi kami sedang dalam penyelidikan mendalam,” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Setya Wasisto, di Mabes Polri, Selasa (02/01/2018).


Pelaku melemparkan bom ke Markas Polsekta Bontoala di Jalan Sunu yang bersebelahan dengan Masjid Al Markaz Al Islami, Makassar. Hingga saat ini, Polri masih belum bisa memberikan keterangan mengenai pelaku. “Masih dalam penyelidikan, semua masih berproses. Tolong berikan kesempatan kepada Polri untuk melakukan penyelidikan,” ucapnya.

Dia mengatakan, pihaknya masih mendalami lebih lanjut mengenai identitas termasuk motif pelaku pelempar bom. Namun menurut Setya, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa aksi tersebut terkait jaringan teroris. “Nanti kalau sudah ditangkap baru kami bisa informasikan,” tuturnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut