LAPAN Ungkap Fakta Penyebab Banjir Bandang yang Luluh Lantakkan Luwu Utara
Analisis LAPAN menginformasikan, banyaknya patahan yang terdapat di wilayah ini menyebabkan struktur batuan atau tanahnya tidak cukup kuat untuk mempertahankan posisinya. "Kondisi ini menyebabkan mudah longsor dan apabila terakumulasi dapat terjadi banjir bandang," kata Raditya Jati.
Diketahui, pencarian dan evakuasi korban yang masih hilang terus diupayakan. Tim SAR Gabungan di bawah komando Basarnas menerjunkan 539 personel, sedangkan total potensi berjumlah 1.001 personel.
Data Pusat Pengendali Operasi BNPB, hingga Jumat (17/7/2020), pukul 17.30 WITA, sebanyak 3.627 KK atau 14.483 jiwa mengungsi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sabbang, Baebunta dan Masamba. Jumlah penyintas ini belum termasuk mereka yang mengungsi di wilayah Kecamatan Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat.
"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara setempat masih melakukan pendataan di lapangan," ujar Raditya.
Pemerintah daerah dibantu dengan mitra terkait lainnya, seperti Palang Merah Indonesia masih terus melakukan penanganan darurat terhadap para warga yang mengungsi. Sebagian mereka berada di enam pos komando taktis di Radda, Masamba, Bone, Bone Tua dan Kantor Bupati Luwu Utara.