Kisah Inspiratif Ainun Zahra, Wisudawan Terbaik FKIK Unismuh Makassar Raih IPK 3,93
“Saya belajar istirahat dan relaksasi sama pentingnya dengan belajar. Dengan menjaga keseimbangan antara keduanya, saya bisa lebih fokus dan produktif,” katanya.
Anisa juga berbagi tentang metode belajarnya yang unik. Dia lebih menekankan pemahaman daripada menghafal, dengan cara membuat analogi dalam kehidupan sehari-hari. Dia juga mendorong mahasiswa lain untuk mengenali gaya belajar masing-masing dan menerapkannya secara konsisten.
Tak hanya berprestasi di bidang akademik, Anisa juga aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti menjadi asisten dosen, pemateri bimbingan tabligh dan tentor biologi. Dia juga terlibat dalam penelitian tentang potensi efek curcumin dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes.
Prestasi Anisa yang paling membanggakan adalah menjadi semifinalis International Medical Olympiad 2023. Ini merupakan pertama kalinya bagi Unismuh mencapai tahap tersebut.
“Saya berharap pencapaian ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama almamater,” ucapnya.
Anisa punya mimpi menjadi dokter yang kompeten dan bermanfaat bagi masyarakat. Dia berencana melanjutkan pendidikannya ke jenjang profesi dokter untuk mendapatkan gelar dokter dan mewujudkan mimpinya tersebut.
“Saya ingin menjadi dokter yang tidak hanya mengobati penyakit, tetapi juga memberikan edukasi dan pencegahan kepada masyarakat. Saya juga ingin terus belajar dan mengembangkan diri agar bisa memberikan pelayanan kesehatan terbaik,” katanya.
Editor: Donald Karouw