Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Libur Panjang, Stasiun Bandung Dipadati Penumpang Kereta Api
Advertisement . Scroll to see content

Kilas Balik Perkeretaapian di Sulsel, Sudah Dimulai sejak Masa Hindia Belanda

Sabtu, 10 Desember 2022 - 17:28:00 WIB
Kilas Balik Perkeretaapian di Sulsel, Sudah Dimulai sejak Masa Hindia Belanda
Ilustrasi kereta api (KA) di Sulawesi Selatan. Saat ini tahap uji coba kereta dilakukan di Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru hingga Desa Mangilu, Pangkep yang berjarak 60 km sejak 29 Oktober 2022 hingga Desember 2022. (Dokumentasi :Djoko Setijowa
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Proyek Kereta ApiMakassar-Parepare sepanjang 144 km merupakan bagian dari jaringan kereta api Trans Sulawesi yang akan menghubungkan seluruh Pulau Sulawesi. Sarana perkerataapian Sulsel ini berperan sebagai transportasi yang mampu mendukung permintaan angkutan penumpang dan perpindahan barang dengan target sampai ke Manado, Sulawesi Utara.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno mengatakan, perkeretaapian di wilayah Sulsel sebenarnya telah ada sejak era pemerintahan Hindia Belanda tahun 1922. Kemudian berlanjut pada studi kelayakan hingga perencanaan dan groundbreaking jalur kereta api (KA) Makassar-Parepare di era Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) tahun 2014.

Setelah itu tahun 2015, dimulai pengerjaan konstruksi di masa Presiden Joko Widodo sehingga dapat beroperasi tahun 2022,

Djoko mengisahkan, pada 1 Juli 1922, Pemerintah Hindia Belanda selesai membangun jalan rel antara Makassar (Stasiun Pasar Butung)-Takalar sejauh 47 km. Setahun berselang mereka membuka trem uap resmi untuk umum.  Lintas ini menjadi yang pertama sekaligus terakhir yang dibangun pemerintah Hindia Belanda.

Pada tahun 1930, layanan kereta trem uap terpaksa ditutup karena subsidi dari Staatsspoor en Tramwegen atau jawatan kereta api dan trem negara di Jawa untuk Staatstramwegen op Celebes dihentikan akibat krisis ekonomi dunia, depresi besar pada 1929.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut