"Karena kondisi di sini masih harus steril terlebih dahulu. Khawatir masih ada bahaya, jadi siswa yang datang akan kami pulangkan," ujar dia.
Sedangkan, Manajemen XL Axiata mengklaim menara Base Transceiver Station (BTS) yang menimpa rumah warga di sekitar SD 240 Baddo-Baddo Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) bukanlah milik XL Axiata.
Hal ini disampaikan GM Corporate Communication XL Axiata, Tri Wahyuningsih. Menurut dia, tower tersebut milik perusahaan penyewaan menara telekomunikasi.
"Itu bukan milik milik XL Axiata," kata dia.
Pihak XL Axiata, kata dia, hanya sebagai penyewa saja. Karena itu, terkait pembangunan dan pemeliharaan, juga kelayakan menara BTS bukan menjadi tanggung jawabnya.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal