Insentif Belum Cair, Dokter Tangani Pasien Covid-19 di Makassar Tak Punya Uang Beli Susu Anak
Sugih pun bersedia melanjutkan tugasnya selama dua pekan ke depan. Jaminannya dia mendapat insentif Rp200.000 per hari. Kemudian dia kembali mendapatkan surat tugas ketiga tanpa ada pemberitahuan ulang.
"Saya di sini sudah hampir enam pekan. Bertugas sendiri, 24 jam standby. Saya hanya tidur paling lama empat jam sehari, karena selalu ada tindakan kepada para peserta (pasien) di sini," ujarnya.
Selama bertugas itupun, kata dia, belum ada uang sepeser pun yang diterima. Sementara keluarga di rumah selalu menanti insentif tersebut untuk keperluan harian dan membeli susu anak.
"Alhamdulillah, saya belum dapat (insentif). Masalahnya itu orang di rumah, setiap kali bertanya, saya sangat sedih menjawabnya. Saat saya bilang 'sabar' keluarga pun membalas kalau sabar itu tidak bisa dipakai untuk beli susu," ujar dia.
Dia bersyukur ada kerabat dan teman-teman yang memberikan bantuan, sehingga ada uang sementara yang dipakai makan oleh keluarga dan membeli susu anak. Dokter Sugih berharap, insentif yang dijanjikan segera cair.
"Tolong kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah agar segera merealisasikan apa yang telah janjikan kepada tenaga kesehatan. Mereka juga punya keluarga yang butuh makan setiap hari," ujar dia.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal