Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid
Advertisement . Scroll to see content

Hasil Survei: 41 Persen Masyarakat Indonesia Belum Bersedia Divaksin Covid-19

Senin, 22 Februari 2021 - 10:15:00 WIB
Hasil Survei: 41 Persen Masyarakat Indonesia Belum Bersedia Divaksin Covid-19
Ilustrasi vaksinasi massal. (fotoL Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Vaksinasi yang menjadi salah satu harapan mengatasi pandemi Covid-19 ternyata belum sepenuhnya dapat diterima masyarakat. Hal ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia.

Dari survei tersebut, sebanyak 41 persen masyarakat Indonesia belum bersedia untuk divaksin Covid-19. Kemudian 54,2 persen masyarakat belum ingin divaksin karena alasan efek samping.

"Sangat banyak warga yang kemudian tidak lantas bersedia divaksin (41 persen), terutama karena alasan efek samping vaksin yang belum dipastikan (54 persen)," mengutip rilis resmi Indikator Politik Indonesia, Minggu (21/2/2021).

Kendati demikian, hasil temuan lainnya, hampir semua masyarakat sudah mengetahui pemerintah telah memulai program vaksinasi. Mayoritas juga setuju vaksin telah dinyatakan halal, meskipun masih banyak yang takut untuk divaksin.

"Hampir semua warga sudah tahu pemerintah telah memulai program vaksinasi virus corona sebesar 91,3 persen. Mayoritas warga setuju dengan pendapat mereka menerima vaksin jika telah dinyatakan halal sekira 81,9 persen," tulisnya.

Sekadar informasi, Lembaga Indikator Politik Indonesia melakukan survei terkait tantangan dan problem vaksinasi Covid-19 se-Indonesia. Survei dilakukan dengan cara menggunakan kontak telepon untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Indikator Politik Indonesia. Asumsi metode yang digunakan yakni simple random sampling. Ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekira 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sample berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut