Data Terkini, Gempa Sulbar M6,2 Tewaskan 105 Orang dan 89.524 Mengungsi
"Sinkronisasi dilakukan dalam rangka menyiapkan data korban gempa bumi yang valid, guna mendapatkan santunan kepada ahli waris korban," ucapnya.
Dia juga menyampaikan, berdasarkan arahan Sekretaris Provinsi Sulbar Muhammad Idris, pada rapat evaluasi yang juga dihadiri oleh seluruh stakeholder,, Kantor Basarnas Mamuju ditunjuk sebagai koordinator dalam melakukan singkronisasi dan validasi data korban yang meninggal dunia akibat gempa bumi di Kabupaten Majene dan Mamuju.
Tim sinkronisasi dan validasi data korban meninggal ini terdiri atas Basarnas, TNI dan Polri, Kemensos, Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan beberapa sumber pendukung lainnya. Tim melakukan proses validasi untuk mendapatkan data yang valid agar ahli waris korban meninggal dunia segera mendapatkan santunan.
"Pemberian santunan tersebut telah diproses oleh Kemensos. Kita berharap agar semua korban meninggal dunia dapat tervalidasi datanya sehingga akan mempercepat proses pemberian santunan ke ahli waris masing-masing," kata ujar Saidar Rahmanjaya.
Sementara, berdasarkan data BNPB, kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi berkekuatan M6,2 yang mengguncang wilayah Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju pada Jumat dini hari (15/1/2021) juga menyebabkan banyak kerusakan.
Di Kabupaten Majene, satu Kantor Danramil rusak, 17 fasilitas kesehatan, 4.122 rumah, dan sebanyak 32 fasilitas ekonomi dan perkantoran yang rusak.
Sementara di Kabupaten Mamuju, tercatat 3.741 rumah rusak, satu hotel, satu minimarket, kantor gubernur, lima unit fasilitas kesehatan, tiga jembatan rusak dan satu pelabuhan. Total kerugian akibat gempa tersebut ditaksir mencapai Rp829,1 miliar.
Editor: Maria Christina