"Modusnya dengan mengganjal slot kartu di mesin ATM, sehingga membuat kartu milik korban otomatis tertelan. Ketika itu pelaku datang menawarkan jasa bantuan," katanya.
Ketika korban merasa kesulitan dan panik karena kartunya tertelan mesin, pelaku kemudian menawarkan korban agar menghubungi nomor telepon seorang pegawai bank, padahal itu nomor pribadi pelaku.
Korban pun menghubungi nomor tersebut. Sedangkan Randi keluar dari tempat tersebut dan bersiap-siap mengangkat telepon mengaku sebagai pegawai bank.
Saat itu juga pelaku meminta nomor PIN ATM korban alih-alih agar bisa mengeluarkan kartu yang tertelan. Korban yang panik akhirnya bersedia menyerahkan nomor PIN-nya tersebut.
"Sederhana sebenarnya, pola pelaku memanfaatkan korban yang panik," ujar dia.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal