BNPB Sebut Banjir Bandang di Masamba Luwu Utara akibat Curah Hujan Tinggi
Menurut BPBD Kabupaten Luwu Utara, banjir dipicu salah satunya hujan dengan intensitas tinggi. Debit air hujan mengakibatkan Sungai Masamba, Rongkang dan Sungai Rada meluap sehingga terjadi banjir bandang. Merespons situasi tersebut, BPBD setempat telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
Melihat potensi ancaman banjir bandang, Kabupaten Luwu Utara termasuk wilayah yang memiliki bahaya kategori sedang hingga tinggi untuk bencana banjir bandang. Sebanyak 11 kecamatan berada pada kategori tersebut. Jumlah populasi terpapar bahaya banjir bandang mencapai 23.402 jiwa.
Hingga sore ini, tim SAR gabungan masih mencari 46 korban banjir bandang di Kecamatan Masamba, Luwu Utara. Banjir bandang yang terjadi Senin (13/7/2020) malam itu, menyebabkan 10 orang tewas, 10 luka-luka, 46 orang hilang, dan 4.930 keluarga terdampak akibat musibah tersebut.
Pusdalops BNPB mendapatkan informasi terkait kendala yang dihadapi pascabanjir. Jalan lintas provinsi tertimbun material lumpur sehingga menutup akses menuju pos komando utama dan lokasi terdampak.
"Personel di lapangan harus memutar sejauh 10 km dalam mengakses lokasi terdampak," katanya.