Banjir Bandang Masamba Luwu Utara, 46 Orang Masih Hilang
Raditya mengatakan, bencana hidrometeorologi pada Senin malam itu menyebabkan ribuan rumah terendam di kawasan terdampak. Kondisi terkini, PLN masih melakukan perbaikan jaringan listrik sejak Selasa pagi tadi (14/7/2020).
"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Luwu Timur dan Kota Palopo telah melakukan kaji cepat di lapangan," kata Raditya.
Menurut BPBD Kabupaten Luwu Utara, banjir dipicu salah satunya hujan dengan intensitas tinggi. Debit air hujan mengakibatkan Sungai Masamba, Rongkang dan Sungai Rada meluap sehingga terjadi banjir bandang. Merespons situasi tersebut, BPBD setempat telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
Sementara itu, beberapa hari sebelumnya, tepatnya Kamis (9/7/2020) lalu, wilayah Kabupaten Luwu, juga terdampak banjir. Saat itu, 2.970 keluarga terdampak banjir. Enam kecamatan yaitu Kecamatan Larompong, Larompong Selatan, Suli, Bua, Suli Barat dan Ponrang terdampak.
Tak hanya merendam perumahan dan bangunan publik lain, genangan juga merusak lahan sawah dan kebun. Banjir di Kabupaten Luwu telah surut dan warga kembali ke rumah masing-masing.
Melihat potensi ancaman banjir bandang, Kabupaten Luwu Utara termasuk wilayah yang memiliki bahaya kategori sedang hingga tinggi untuk bencana banjir bandang. Sebanyak 11 kecamatan berada pada kategori tersebut. Jumlah populasi terpapar bahaya banjir bandang mencapai 23.402 jiwa.
Editor: Kastolani Marzuki