INFID Sebut Ketimpangan Sosial di Indonesia Masih Tinggi
JAKARTA, iNews.id - Development Goals (SDGs) di Indonesia, International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) mencatat persepsi warga terhadap ketimpangan masih tinggi.
Peneliti INFID, Bagus Takwin mengungkapkan, indeks ketimpangan meningkat dari 5,6 pada 2017 menjadi 6 pada 2018. Hal ini berarti warga menilai ada ketimpangan pada enam dari 10 ranah ketimpangan.
INFID secara khusus melakukan survei di tiga daerah tertingga Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
“Hasilnya, persepsi warga terhadap ketimpangan di dua kabupaten tertinggal yaitu di Kabupaten Dompu, dan Kabupaten TTS lebih tinggi dari angka di nasional. Bahkan warga memersepsikan ada ketimpangan di 9 ranah dari 10 ranah di TTS,” kata Bagus Takwin dalam Seminar Nasional Masyarakat Sipil Indonesia untuk Jakarta, Kamis (20/9/2018).
Menurut Bagus, tiga sumber ketimpangan adalah penghasilan, kesempatan mendapatkan pekerjaan, dan harta benda yang dimiliki. Warga di TTS juga menilai ketimpangan gender masih tinggi (79 persen), diikuti Dompu dengan 38 persen dan Kepulauan Pangkajene.