Demo Tolak TKA China di Kolaka Ricuh, Mahasiswa Baku Hantam dengan Polisi
“Karena itu, kami menuntut agar DPRD Kolaka segera berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo untuk menyetop menerima kedatangan TKA dari China,” katanya.
Wakil Ketua II DPRD Kolaka, Syarifuddin Rantegau mengatakan, DPRD sudah melayangkan surat penolakan kedatangan 500 TKA China ke Presiden Jokowi dan Gubernur Sultra Ali Mazi.
“Kami juga sepakat untuk menolak kedatangan 500 TKA China tersebut, namun hal tersebut diserahkan kepada pihak yang berwewenang,” katanya.
Blokade Jalan
Aksi menolak kedatangan TKA China juga disuarakan mahasiswa dan kader Tamalaki di Kota Kendari. Mereka melakukan aksinya dengan memblokade jalan menuju Bandara Haluoleo, Kota Kendari.
Ratusan TKA China ini rencananya bekerja di kawasan industri PT Virtu Dragon Nickel Industri (VDNI) di Kecamatan Morosi, Konawe Utara.
Selain memblokade jalan, para mahasiswa juga membakar ban bekas di tengah jalan. Mereka menuntut Pemprov Sulawesi Tenggara, membatalkan rencana kedatangan TKA China tersebut.
Kedatangan 500 TKA China tersebut, menurut para mahasiswa akan membuat gaduh Bumi Anoa, karena saat ini banyak buruh di Indonesia, tidak bekerja akibat pandemi Covid-19.
Editor: Kastolani Marzuki