Dalil Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW
JAKARTA, iNews.id - Rabiul awwal merupakan bulan ketiga dalam kalender Hijriah. Bulan itu menjadi salah satu yang teristimewa karena manusia agung pembawa risalah seluruh alam dilahirkan.
Di bulan itu juga, Rasulullah Saw mendapat wahyu pertama dari Allah dengan turunnya Surat Al 'Alaq sekaligus menandakan awal kenabiannya.
Pembacaan shalawat, barzanji dan pengajian-pengajian yang mengisahkan sejarah Nabi SAW menghiasi hari-hari bulan itu.
Isnan Ansory dalam bukunya Pro Kontra Maulid Nabi menyebutkan, Syaikh as-Sayyid Zain Aal Sumaith, dalam karyanya Masail Katsuro Haulaha an-Niqosy wa al-Jidal, mendefinisikan maulid Nabi Muhammad yakni, memperingati hari kelahiran Rasulullah dengan menyebut-nyebut kisah hidupnya, dan setiap tanda-tanda kemulian dan mu’jizat sang Nabi Saw dalam rangka mengagungkan kedudukannya, dan menampakkan kegembiraan atas kelahirannya.
Dari definisi ini dapat dipahami bahwa kegiatan yang dilakukan pada moment hari kelahiran Nabi Saw berwujud amalan-amalan ibadah yang bersifat mutlak.