Cerita Samiun, Nelayan Baubau yang Disandera Abu Sayyaf di Filipina Selama 3 Bulan
BAUBAU, iNews.id – Samiun Maneu (27) dan Maharuddin Lunani (48) warga Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) kini bisa berkumpul kembali bersama keluarganya setelah tiga bulan disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, Jumat (27/12/2019).
Keduanya dibebaskan melalui kontak tembak antara militer Filipina dengan kelompok Abu Sayyaf, Minggu (22/12/2019).
Samiun menuturkan, operasi pembebasan itu dilakukan militer Filipina pada Minggu dini hari. Saat itu, Samiun, Maharuddin Lunani dan anaknya, Farhan masih tertidur di lokasi penyanderaan. “Kejadiannya subuh. Kontak senjata terus. Kami langsung berbaring,” katanya.
Saat terjadi baku tembak, Samiun dan dua rekannya berpencar mencari tempat perlindunngan. Beruntung, Samiun dan Maharuddin bisa bertemu dan diselamatkan militer Filipna. “Kita ketemu militer Filipina. Saat itu, masih di tempat kejadian. Tapi, saya sedih karena anak Maharuddin masih disandera,” katanya.
Samiun mengaku selama disandera kelompok Abu Sayyaf tidak mengalami kekerasan. Dia mengaku diperlakukan biasa. “Biasa saja. Kami diperlakukan dengan baik,” ucapnya.