Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa M5,1 Guncang Bitung Sulut, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Advertisement . Scroll to see content

BNPB: Kerugian Gempa Lombok Ditaksir Mencapai Rp1 Triliun

Senin, 06 Agustus 2018 - 17:19:00 WIB
BNPB: Kerugian Gempa Lombok Ditaksir Mencapai Rp1 Triliun
Sejumlah warga korban gempa Lombok, NTB dirawat di luar rumah sakit. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan jumlah kerugian ekonomi akibat serangkaian gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya mencapai Rp1 triliun.

Mengenai total kerugian tersebut, BNPB telah menjumlahkan dari kejadian gempa bumi yang juga terjadi di NTB sebelumnya pada Minggu (29/7/2018). Lembaga tersebut mencatatkan jumlah kerugian pada gempa yang terjadi pekan lalu tersebut mencapai angka Rp414 Miliar.

"Apalagi ditambah gempa 7 SR (Skala Richter), pasti dampaknya lebih dari Rp1 triliun kalau dilihat dari dampaknya seperti ini," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (6/8/2018).

Sutopo juga menjelaskan bahwa BNPB memiliki metode penghitungan untuk mendata total jumlah kerugian akibat terjadinya gempa bumi yang berpusat di Lombok tersebut. "Ketika masa darurat, tim BNPB akan hitung dengan kaji cepat. Kerugiannya kita hitung di lima sektor yaitu permukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial budaya, lintas sektor," ucapnya.


Menurut Sutopo, jika jumlah kerugian sudah teridentifikasi, maka pihak BNPB bisa menggunakan data tersebut untuk menghitung dampak kerugian ekonomi termasuk kebutuhan pemulihan daerah tersebut. "Nantinya jadi setelah kita hitung maka berapa kebutuhan kita untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi dari keruksan di lima sektor tadi," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut