Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Update Ledakan Bom Sisa Perang di Biak, SAR dan Gegana Temukan 32 Potongan Tubuh
Advertisement . Scroll to see content

Viral KKB Rampas Amunisi TNI-Polri di Papua, Polda: Itu Tidak Benar

Jumat, 29 Mei 2020 - 03:15:00 WIB
Viral KKB Rampas Amunisi TNI-Polri di Papua, Polda: Itu Tidak Benar
Polda Papua memastikan perampasan senjata dan amunisi TNI-Polri oleh KKB menenteng senjata yang diduga hasil rampasan dari TNI-Polri yang viral di media sosial adalah hoaks. (Foto: iNews/Edy Siswanto)
Advertisement . Scroll to see content

JAYAPURA, iNews.id - Kepolisian Daerah (Polda) Papua memastikan tidak ada amunisi milik TNI-Polri yang dirampas kelompok kriminal bersenjata (KKB) di berbagai wilayah di Kabupaten Nduga. Kabar perampasan amunisi itu viral di media sosial.

"Tidak benar berita di media sosial yang menyatakan amunisi milik TNI-Polri dirampas KKB di Nduga," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustafa Kamal, di Jayapura, Kamis (28/5/2020).

Dia menegaskan, informasi di media sosial maupun media online yang menyatakan KKB menyerang dan merampas amunisi serta menduduki empat pos darurat TNI/Polri di Kabupaten Nduga tidak benar atau hoaks.

Pernyataan Jubir Komnas-TPNPB Sebby Sambom dalam rilisnya menyatakan telah melakukan penyerangan terhadap pos TNI-Polri yang ada di Kabupaten Nduga dari tanggal 18 hingga 25 Mei lalu, serta merampas amunisi beserta alat komunikasi lainnya dan menduduki 4 pos darurat TNI/Polri, dipastikan tidak benar.

Apa yang diungkap Jubir TPNPB tidak benar termasuk merampas perlengkapan militer yang tertinggal, di antaranya, 60 magasin peluru aktif dengan amunisi sebanyak 1.800 butir, peluru rantai 3 unit yang per butirnya belum dihitung, 16 peluru roket basoka, 30 buah tas ransel, 12 buah HP kamera merek Samsung, 6 buah HT, 2 HP Satelit Inmarsat dan Thuraya, 15 buah rompi antipeluru, sepatu, baju-celana, terpal dan peralatan lainnya yang belum dirinci, kata Kombes Kamal.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut