Salju Gunung Jayawijaya di Papua Tak Lagi Abadi, BMKG Prediksi Bisa Punah 3 Tahun Lagi
Dia menyebutkan, dibandingkan zaman praindustri pada 1850, ada peningkatan suhu udara 4 derajat Celsius saat ini. Artinya terjadi peningkatan empat kali lipat sampai saat ini.
"Hal ini menyebabkan cuaca ekstrem semakin sering, intensitas meningkat dan durasi kian panjang. Apalagi kalau suhu tersebut meningkat empat kali lipat setiap tahunnya di tahun 2100," ucapnya.
Perubahan cuaca ekstrem karena El Nino dan La Nina di Indonesia juga disebut Dwikorita semakin cepat siklusnya. Dari yang sebelumnya setiap 7 tahun sekali kini menjadi setiap tahun.
"Periode El Nino (musim kering panjang) dan La Nina (musim hujan basah yang ekstrim) periode sebelum 1980 itu 5-7 tahun sekali. Namun karena perubahan iklim pada 1981 memendek jadi 2-3 tahun. Kemudian dua tahun terakhir terjadi setiap tahun," kata Dwikorita.
Kepala BMKG mengungkapkan, bencana hidrometeorologi di Indonesia meningkat menjadi bencana terbesar dengan persentase 95 persen.
"Total bencana di 2021 ada 5.402 kasus sebagai dampak perubahan iklim global," ucapnya.
Editor: Donald Karouw