Ricuh! Massa Demo Bawa Babi ke Polresta Sorong Berujung Nyaris Bentrok dengan Polisi
Kabag Ops bersama sejumlah perwira turun langsung ke lokasi untuk menenangkan massa dan mencegah konflik meluas. Aparat menegaskan aksi massa bawa babi ke Mapolresta Sorong Kota tidak dibenarkan karena mengganggu keamanan lingkungan kepolisian.
“Kita tidak membela koruptor, sama sekali tidak. Kita hanya membela anak kami, adik kami. Dia hanya kasih pinjam CV, dikasih Rp20 juta, lalu ditahan di sini,” ujar salah satu kerabat tersangka IWK dikutip dari iNews Jayapura, Sabtu (10/1/2026).
“Kami ultimatum, kami tidak bikin kacau di dalam kantor ini. Tapi kerusuhan di kota ini, kita bisa bikin. Tolong difasilitasi bertemu Kapolresta,” katanya.
Meski sempat dibubarkan, massa tetap bertahan dan menduduki Mapolresta Sorong Kota hingga malam hari. Mereka menggelar tikar di halaman markas dan di depan ruang penyidik Tipikor sambil menunggu respons kepolisian.
Dalam perkembangan selanjutnya, anggota DPR Provinsi Papua Barat Daya jalur pengangkatan Otsus, Robby Wanma, datang menemui massa. Dia menyebut IWK sebagai korban dalam perkara tersebut dan meminta ruang mediasi.