HT menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan itu, tidak bisa hanya dengan tetap bergantung kepada perusahaan besar, seperti yang terjadi saat ini.
"Pelaku usaha di Indonesia itu 99 persen lebih UMKM. Kurang dari 1 persen yang non-UMKM atau yang PT-PT itu perusahaan terbatas, termasuk BUMN. Apakah mungkin PT-PT ini, termasuk BUMN ini menciptakan lapangan kerja 60 juta lebih misalkan dalam waktu 20 tahun mendatang. Tidak mungkin," papar HT.
Karena itu, HT menjelaskan, dibutuhkan adanya naik kelas bagi para pelaku UMKM itu. Jika UMKM ini bisa naik kelas, peluang terciptanya lapangan kerja di masa yang akan datang bisa terwujud.
"Saat ini jumlah UMKM itu ada 60 juta lebih. Katakanlah kalau mampu menciptakan lapangan kerja rata-rata satu, akan terjadi lapangan kerja 60 juta lebih. Sehingga permasalahan ke depan itu bisa diatasi dengan baik,” papar HT.
Hary Tanoe menegaskan, persoalan kebutuhan lapangan kerja itu bisa terwujud dengan adanya kebijakan yang berpihak. Perindo, memiliki visi untuk kemajuan dan kesejahteraan Indonesia.
"Bagaimana itu bisa diwujudkan? Harus mampu dan berani membuat kebijakan-kebijakan yang berpihak. Tidak ada cara lain. Hanya bisa dilakukan kalau partai politik kita memiliki kursi yang cukup," kata HT.
Editor: Kastolani Marzuki