Peneliti dari Papua Center Universitas Indonesia, Bambang Shergi Lhaksmono menilai, semangat demo antiNKRI yang dilakukan gerakan-gerakan separatis dipicu ketidakadilan ekonomi dan kekuasaan politik.
Peringatan 1 Desember harus jadi agenda para elite di daerah untuk berusaha memenuhi berbagai kepentingan masyarakatnya.
"Musuh dari Papua itu bukan pemerintah Indonesia. Melainkan kemiskinan dan ketidakadilan," katanya.
Karena persoalan mendasar bagi masyarakat Papua yakni kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan yang harus dicari akar solusinya. Adanya gerakan separatis dari kelompok OPM juga sudah tidak relevan lagi sekarang.
"Bagi saya soal referendum tidak perlu dibahas, karena sudah selesai dan sudah final, Papua bagian dari Indonesia," kata peneliti LIPI, Adrianna Elisabeth.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal