Keterangan yang dihimpun di lokasi, penyebab utama pertikaian kedua suku ini diduga terkait permasalahan tapal batas lokasi tanah di Kampung Urumusu. Terdapat dua pelepasan tanah yang dilakukan di wilayah yang sama dan hal ini menjadi pemicu terjadinya konflik.
Pangkoopsud III Marsda Donald Ajak Prajurit TNI Polri di Biak Papua Jaga Soliditas
Palang tapal batas yang seharusnya mengindikasikan batas wilayah tersebut dilepas dan dikembalikan kepada Kepala Suku Wate Alex Raiki. Massa dari kedua suku juga meminta pembatalan surat pelepasan tanah ganda yang telah terjadi.
Seusai pertikaian, massa dari Suku Mee kemudian mengarak jenazah kedua korban tewas ke Pantai Nabire. Dalam proses arak-arakan sempat terjadi kericuhan yang membuat situasi semakin memanas.
Peringati Hari Lingkungan Hidup, Suku Moi di Papua Barat Daya Gelar Festival Egek
Massa kemudian melanjutkan arak-arakan jenazah ke Kantor Gubernur Papua Tengah yang mengakibatkan kemacetan di sekitar Jalan Merdeka, Nabire.
Dalam penanganan kejadian ini, Polres Nabire mengerahkan personel untuk terus berupaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.
Terombang-ambing 2 Hari di Laut Papua, Ayah dan Anak Diselamatkan KRI Malahayati
Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari polisi setempat. Kejadian ini masih diselidiki untuk mengungkap lebih jelas kronologi dan faktor-faktor yang memicu pertikaian antara Suku Dani dan Suku Mee di Distrik Uwapa, Nabire.
Editor: Donald Karouw