Pemprov Papua Segera Bangun Permukiman Sementara untuk Korban Kerusuhan Wamena
Gubernur mengaku kawasan itu sudah relatif aman. Aktivitas masyarakat berangsur normal kembali sehingga pengungsi yang berada di luar pengungsian dapat kembali ke Wamena.
Diketahui, demonstrasi yang berakhir rusuh di Wamena pada 23 September lalu menyebabkan 33 orang meninggal dan 76 orang luka-luka. Selain itu, 1.000 lebih bangunan serta kendaraan dibakar dan dirusak pendemo.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw sebelumnya memastikan kondisi keamanan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, mulai kondusif, setelah kerusuhan pada Senin, 23 September 2019 lalu. Karena itu, dia meminta para pengungsi kembali ke tempat tinggalnya di kota itu.
Kapolda mengaku memahami kerusuhan yang merenggut nyawa di Wamena telah menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan warga. Hal ini lah yang mendorong warga mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman. Namun, dia berharap warga tidak lagi ketakutan.
“Jangan berlarut dalam ketakutan dan trauma karena aparat keamanan siap mengamankan warga dari berbagai gangguan,” kata Paulus Waterpauw yang kembali menjabat sebagai Kapolda Papua mulai Senin (30/9/2019).
Editor: Maria Christina