Para Pengungsi Diminta Kembali ke Wamena, Kapolda Papua: Jangan Takut, Kami Ada
Dari pantauan, di kompleks Masjid Al Aqsa Sentani ada 115 pengungsi dari Wamena. Sebagian pengungsi mengaku belum memutuskan akan segera kembali ke Wamena.
“Saya dan keluarga ingin pulang dulu memenangkan pikiran di kampung,” kata Fuad, pengungsi dari Wamena yang mengaku sudah 20 tahun tinggal di ibu kota Jayawijaya.
Gubernur Papua Lukas Enembe sebelumnya menyampaikan permohonan maaf bagi seluruh warga dari berbagai suku yang menjadi korban kerusuhan di Wamena dan harus mengungsi dari Wamena. Pengungsi tersebut, baik dari Minangkabau, Makassar, Bugis, Toraja, Minahasa, Jawa, Madura, Sunda, Maluku, Nusa Tenggara, dan lainnya.
“Permohonan maaf dan rasa belasungkawa sebesar-besarnya bagi masyarakat yang menjadi korban kerusuhan di Wamena pada tanggal 23 September 2019,” kata Lukas dalam suratnya, Senin (30/9/2019).
Lukas mengatakan, pemerintah daerah dan TNI-Polri menjamin keamanan dan kenyamanan warga negara RI, di mana saja mereka berada, termasuk di Wamena. Pemerintah daerah siap melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi aset-aset milik pemerintah daerah yang rusak akibat kerusuhan di Wamena.
“Termasuk toko dan kios masyararakat yang rusak dan terbakar,” katanya.
Editor: Maria Christina