Lapangan Berlumpur Diubah Jadi Stadion Sepak Bola Megah di Kota Sorong, Habiskan Rp67 Miliar
Lapangan hoki sejak 1980 menjadi tempat hiburan bagi masyarakat. Anak-anak muda menjadikan lapangan tersebut sebagai tempat nongkrong di malam hari. Apalagi di malam Minggu, lapangan hoki ramai dengan muda-mudi di Kota Sorong yang duduk bercengkerama menghabiskan akhir pekan.
Lapangan hoki juga selalu digunakan untuk berbagai kegiatan besar salah satunya kompetisi sepak bola antar klub di Kota Sorong. Meskipun berlumpur saat hujan tetapi lapangan hoki tetap menjadi lapangan favorit para pencinta pesepakbola untuk menggelar kompetisi.
Lapangan tersebut juga menjadi tempat latihan para pesepak bola di Kota Sorong. Dari lapangan berlumpur itu lahir pesepak bola ternama seperti Marthen Tao, Boas Solosa, Ricky Kambuaya dan masih banyak lagi.
Kini stadion sepak bola megah berdiri sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah menghadirkan infrastruktur olahraga untuk memacu semangat generasi muda berprestasi di bidang olahraga. Selain itu, juga untuk mempertahankan tanah Papua sebagai penghasil talenta pesepakbola ternama demi mengharumkan nama bangsa Indonesia.
Wali Kota Sorong Lambert Jitmau mengatakan, kebijakannya membangun stadion sepak bola megah di lapangan hoki karena lapangan tersebut telah menghasilkan para pesepak bola ternama di negeri ini seperti mantan pemain depan Timnas Indonesia Boas Salossa.