Sementara itu, sejumlah warga yang rumahnya menjadi korban pembakaran saat kerusuhan pada Selasa kemarin terlihat membersihkan puing-puing kebakaran.
Menurut salah seorang warga yang rumahnya dibakar, para pelaku dari Kampung Mapura muncul secara mendadak. Mereka datang sambil membawa sejumlah jeriken berisi bensin dan langsung melakukan pembakaran. Mereka menyerang warga di Kompleks Klademak Tiga dan membakar sembilan rumah di kompleks itu.
“Kalau di sini aja ada lima rumah yang dibakar, di depan sana ada empat rumah dibakar,” kata korban kerusuhan, Atus Orota.
Sementara itu, salah seorang warga Kota Sorong yang rumahnya dibakar perusuh, Niko Kalami, sangat menyayangkan kejadian kemarin. Dia berharap polisi menindak tegas para pelaku.
“Kami berharap aparat keamanan juga terus berjaga-jaga dan mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Niko Kalami.
Kerusuhan di Kota Sorong ini diduga berawal dari adanya warga yang mengarahkan petasan kepada warga lain dan menyebabkan keluarga korban marah. Mereka lalu mencari pelaku dan kedatangan mereka mendapat reaksi. Akibatnya terjadi kerusuhan di Kompleks Klademak Tiga Sorong.
Editor: Maria Christina