Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Identitas Anggota KKB Ditangkap di Sugapa Intan Jaya, Anak Buah Apen Kobogau
Advertisement . Scroll to see content

KKB Ancam Tembak Pilot Susi Air, Begini Respons Satgas Damai Cartenz

Sabtu, 27 Mei 2023 - 19:14:00 WIB
KKB Ancam Tembak Pilot Susi Air, Begini Respons Satgas Damai Cartenz
Tangkapan layar video KKB ancam tembak pilot Susi Air yang disandera dengan memberi waktu selama 2 bulan. (Foto: Twitter)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNew.id - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyebarkan video terkini penyanderaanpilot Susi Air Philip Mehrtens yang sudah disandera hampir 4 bulan. Dalam video teranyar ini, KKB mengancam akan menembak pilot bila tuntutan mereka tak terpenuhi.

Tayangan video ini menunjukkan pilot asal Selandia Baru tersebut duduk di tengah dikelilingi para anggota KKB. Dia juga tampak memegang sebilah kayu dengan bendera bintang kejora.

Selain itu dalam rekaman terlihat kondisi fisik pilot yang lebih kurus dari sebelumnya. Kemudian rekaman ini diawali dengan pernyataan pilot soal ancaman akan ditembak KKB tersebut.

"Jika itu tidak terjadi dalam dua bulan, mereka mengatakan akan menembak saya," ujar Philip Mehrtens dalam video yang disebarkan juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) Sebby Sambom dikutip Sabtu (27/5/2023).

Video diakhiri dengan pernyataan Egianus Kogoya, pimpinan KKB yang menyandera pilot Philip Mehrtens.

"Itu sudah pilot sudah mengakui diri. Jadi dari negara harus mengaku. 2 bulan itu kalau lewat kami akan tembak pilot," kata Egianus.

Sementara itu, Kepala Humas Satgas Damai Cartenz Kombes Donny Charles Go mengatakan masih akan menyelidiki lebih lanjut mengenai munculnya video ancaman penembakan terhadap Pilot Susi Air Philip Mark Mehrten oleh KKB.

Saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap ancaman yang tersebar dalam video singkat tersebut. Bahkan, mereka juga akan melibatkan ahli dalam kasus ini.

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan tentang video yang beredar. Kami gunakan ahli juga untuk mengetahui detail tentang videonya," ujar Donny kepada awak media, Jakarta, Sabtu (27/5/2023).

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut