Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gibran Batal ke Yahukimo, Pangdam Cenderawasih Ungkap Fakta dan Analisis Intelijen Terkini
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Luhut Prajurit Hebat di Kopassus tapi Tak Pernah Jadi Pangdam, Ternyata Ini Penyebabnya

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 16:45:00 WIB
Kisah Luhut Prajurit Hebat di Kopassus tapi Tak Pernah Jadi Pangdam, Ternyata Ini Penyebabnya
Luhut Binsar Pandjaitan semasa menjadi perwira Kopassandha (Kopassus) dan terlibat dalam Operasi Seroja di Timor Timur pada Desember 1975. (Foto: Facebook/Luhut Binsar Pandjaitan).
Advertisement . Scroll to see content

“Luhut, sejak dua atau tiga tahun lalu, sudah banyak yang antre untuk menggantikan saya, tetapi orang ini (menunjuk foto Soeharto di dinding), kalau terjadi sesuatu pada dirinya, republik itu menjadi kacau. Jadi Luhut, taruhan keselamatan Pak Harto adalah lehermu,” kata Benny ditirukan Luhut.

Rupanya interaksi yang intensif dengan jenderal Baret Merah kelahiran Cepu, Jawa Tengah itu marah. Benny lama-lama membuat Luhut risih. Luhut menyadari seorang perwira menengah yang kerap dipanggil Panglima ABRI tentu akan membuat banyak senior tidak senang, bahkan mungkin iri kepadanya.

Apalagi, Benny selalu mengajaknya berdiskusi berjam-jam. Suatu hari ketika dipanggil lagi, Luhut memberanikan diri untuk bertanya. Namun, itu pun setelah dia melihat atasannya itu terlihat sedang dalam kondisi mood yang  bagus.

“Pak, mohon izin, lain kalai kalau memanggil saya bisakah melalui atasan saya?” kata Luhut.

Perkataan Luhut membuat tampaknya tidak senang. Raut wajahnya langsung mengeras dan tangannya menyapu meja. Benny marah. Bahkan, dia mengingatkan perbedaan pangkat mereka berdua kepada Luhut.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut