Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Jenderal TNI Sedih Lihat Ribuan Prajurit Kopassus Menangis Lepaskan Baret Merah Kebanggaan

Kamis, 11 November 2021 - 19:40:00 WIB
Kisah Jenderal TNI Sedih Lihat Ribuan Prajurit Kopassus Menangis Lepaskan Baret Merah Kebanggaan
Prajurit Kopassus dan baret merah kebanggaannya. (Foto: TNI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kisah sedih pernah terjadi di tubuh TNI sekitar 1980-an menyusul perampingan yang dilakukan mulai dari Kodam hingga Kopassus. Detik-detik seorang Jenderal Kopassus menyaksikan ribuan anak buahnya menangis saat melepaskan baret merah kebanggaan menjadi momen yang tidak akan terlupakan.

Cerita sedih ini dialami Letjen TNI (Purn) Sintong Panjaitan. Saat itu, dia menjabat sebagai komandan pertama Grup 3 Para Komando. Sejak awal, dia menentang keras ide perampingan di tubuh TNI, termasuk Kopassus oleh Jenderal TNI (Purn) Benny Moerdani, yang menjabat sebagai Panglima ABRI waktu itu.

Dengan lantang, dia berargumen dengan Jenderal TNI (Purn) Benny Moerdani. Sintong mencoba meyakinkan, biaya justru akan semakin boros jika perampingan dilakukan. Jumlah prajurit yang sedikit berarti harus mengadakan latihan yang lebih banyak agar dapat menyamai kekuatan prajurit berjumlah besar. 

"Jadi, Bapak kalau nggak punya duit, jangan dikecilkan," kata Sintong saat itu, dikutip iNews.id dari buku Kopassus untuk Indonesia, Profesionalisme Prajurit Kopassus. 

Argumen Sintong langsung dipatahkan. Jenderal TNI (Purn) Benny Moerdani menjawab tegas, perampingan tetap dilakukan. Model perampingan organisasi dilakukan dengan cara seleksi kepada seluruh prajurit Kopassus, termasuk dari anggota Brigif 3 Linud Kopassus. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut